<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>goklas tambunan</title>
	<atom:link href="http://goklastambunan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://goklastambunan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Jul 2011 22:28:40 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='goklastambunan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>goklas tambunan</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://goklastambunan.wordpress.com/osd.xml" title="goklas tambunan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://goklastambunan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hidup Bahagia Selamanya</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/04/18/hidup-bahagia-selamanya/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/04/18/hidup-bahagia-selamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 13:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/2008/04/18/hidup-bahagia-selamanya/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Gede Prama Kebahagiaan adalah mata pencahariaan hampir setiap orang. Entah itu bekerja, menikah, berdoa dan kegiatan hidup lainnya, semuanya bermuara pada samudera yang bernama kebahagiaan. Boleh Anda lakukan survey di pinggir jalan, mungkin semua manusia normal menginginkan kebahagiaan. Demikian dahsyatnya daya tarik kebahagiaan, sehingga banyak orang yang mau mencapainya dengan ongkos dan biaya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=24&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Gede Prama</p>
<p>Kebahagiaan adalah mata pencahariaan hampir setiap orang. Entah itu  bekerja, menikah, berdoa dan kegiatan hidup lainnya, semuanya bermuara pada samudera yang bernama kebahagiaan. Boleh Anda lakukan survey di pinggir jalan, mungkin semua manusia normal menginginkan kebahagiaan. Demikian dahsyatnya daya tarik kebahagiaan, sehingga banyak orang yang mau mencapainya dengan ongkos dan biaya yang sebesar apapun. Maka, jadilah hidup seperti perjalanan yang diharapkan bermuara pada kebahagiaan.</p>
<p>Akan tetapi, kendati sudah menjadi tujuan manusia sejak lama, dan manusia sudah menghabiskan tenaga, waktu dan dana yang teramat besar, masih saja tersisa banyak sekali orang yang tidak puas akan hal ini. Di banyak pojokan kehidupan bahkan terjadi, ada tidak sedikit kehidupan yang hanya bergelimang air mata. Pojokan-pojokan seperti ini tidak hanya tersedia di tempat miskin yang kumuh, melainkan juga terjadi di perumahan elit lengkap dengan mobil mewahnya. </p>
<p>Kenyataan terakhir seperti mengajarkan ke kita, bahwa tawa dan air mata tidak mengenal sekat-sekat harta. Keduanya bisa terjadi pada tingkatan harta berapapun dan di manapun. Lantas, adakah sesuatu yang menjadi ciri khas hadirnya tawa dan air mata ? Meminjam argumen Hugh Down ? sebagaimana dikutip penulis buku A Cup of Chicken Soup For the Soul ? &#8216;orang yang berbahagia bukanlah seseorang yang berada dalam suatu keadaan tertentu, melainkan seseorang dengan perangkat sikap tertentu&#8217;.</p>
<p>Kalau dicermati argumen terakhir, point pentingnya bukanlah keadaan (baca : harta, tahta dan keadaan lainnya) melainkan perangkat sikap kitalah yang lebih menentukan seberapa lama umur kebahagiaan bisa kita miliki. Dengan perangkat sikap yang tepat, mau miskin atau kaya, jabatan tinggi atau rendah, di kota atau di desa, semuanya dibukakan pintu kebahagiaan yang sama lebarnya oleh Tuhan.</p>
<p>Persoalannya, jarang orang yang mencari kebahagiaan melalui jalur-jalur sikap. Umumnya, orang mengejarnya di sektor keadaan. Maka, jadilah kegiatan terakhir seperti kegiatan mengejar kaki langit yang tidak mengenal akhir. Atau seperti mengejar bayangan sendiri.</p>
<p>Oleh karena tuntutan pekerjaan, serta kebiasaan hidup untuk senantiasa bergaul di atas maupun di bawah, tidak jarang saya bertemu orang yang dibuat sengsara oleh nafsu berlebihan untuk mencapai keadaan tertentu. Didorong oleh mesin kejam yang bernama keinginan, jadilah tubuh dan hidupnya seperti mobil yang bergerak cepat tapi tanpa sopir. Kerap sampai dalam keadaan yang diinginkan memang. Tetapi, ongkos yang dibayarnya amat dan teramat mahal. Tidak jarang terjadi, ongkosnya adalah kehidupan mereka sendiri.</p>
<p>Agak berbeda dengan pencari-pencari harta dan tahta, ada sejumlah orang yang saya kenal yang memusatkan sebagian besar energi dalam perbaikan dan pengembangan sikap. Fokusnya memang bukan keadaan yang ada di luar sana, melainkan sikap yang muncul dari dalam sini. Tidak mudah tentunya, terutama pada awalnya. Dan saya sendiri masih dalam tahap belajar. Namun, begitu wilayah sikap ini sudah terkuasai, kebahagiaan bukanlah barang yang teramat langka dan mahal. </p>
<p>Sebutlah seorang tokoh mengagumkan yang bernama Helen Keller. Ia memiliki keadaan dalam bentuk matanya yang tidak bisa melihat. Akan tetapi, separuh lebih waktunya diisi dengan raut muka yang penuh dengan senyum. Demikian juga dengan Bunda Theresa, hidupnya sebagian besar dikelilingi orang-orang berpenyakit di lingkunang miskin. Akan tetapi, toh beliau bisa memiliki umur tua dan panjang. Buddha bahkan meninggalkan harta dan tahta untuk mencapai pencerahan. Sebenarnya masih ada contoh lain yang terlalu panjang untuk diceritakan di sini.</p>
<p>Yang jelas, sikaplah kunci yang amat menentukan dalam perjalanan menuju kebahagiaan. Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah pepatah cina yang menarik perhatian saya. Pepatah tersebut berbunyi amat sederhana. Jika kau menginginkan kebahagiaan? Untuk sejam ? tidurlah selama itu. Untuk sehari ? pergilah memancing. Untuk sebulan ? menikahlah lagi. Untuk setahun ? warisi harta. Untuk seumur hidup ? tolonglah orang lain.</p>
<p>Lama sempat saya terpaku pada pepatah sederhana terakhir. Semakin ia didalami, semakin saya dibawa ke dalam rangkaian pemahaman tentang kebahagiaan yang demikian lengkap dan mengagumkan. Sikap, itulah hulu dari sungai kebahagiaan. Lebih-lebih kalau sikap terakhir dijabarkan ke dalam sikap rajin membantu dan menolong orang lain. Sungai kebahagiaan akan menjadi sungai yang tidak pernah mengenal kering.</p>
<p>Entah bagaimana Anda menjabarkan kalimat &#8216;tolonglah orang lain&#8217;. Saya mengenal seorang sahabat yang kaya secara materi dan hidupnya berakhir mengagumkan. Ketika beliau masih hidup, sering kali merayakan ulang tahunnya di panti asuhan dan panti jompo secara bergantian. Memiliki anak asuh di mana-mana. Tutur katanya demikian lemah lembut. Mengingatkan kesalahan saya secara amat pas dan tidak pernah menyakiti hati. Banyak sekali sahabatnya ? termasuk saya ? yang demikian kehilangan ketika beliau meninggal dunia.</p>
<p>Semua ini seperti mengingatkan saya dan Anda, bersikaplah yang positif, dan kitapun sudah sampai pada keadaan bahagia selamanya. When all things are done well, the journey is the reward ? demikian salah seorang guru meditasi saya pernah berucap.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=24&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/04/18/hidup-bahagia-selamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Not Me, Boss</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/04/18/not-me-boss/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/04/18/not-me-boss/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 02:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/2008/04/18/not-me-boss/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Anonymous Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumahdan memasak. Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=23&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><i>Sumber : Anonymous</i></p>
<p>Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumahdan memasak. Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya. Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.</p>
<p>Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas. Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit. Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.</p>
<p>Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.</p>
<p>Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur. Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!</p>
<p>Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut &#8220;Not me, Boss! Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss!&#8221;</p>
<p>Moral kisah :<br />
Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?<br />
Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?<br />
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=23&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/04/18/not-me-boss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Remaslah Tanganku dan Akan Kukatakan Aku Sayang Kamu</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/03/19/remaslah-tanganku-dan-akan-kukatakan-aku-sayang-kamu/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/03/19/remaslah-tanganku-dan-akan-kukatakan-aku-sayang-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 10:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
				<category><![CDATA[forward]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[(Mary Marcdante &#8211; Chicken Soup for the Mother&#8217;s Soul) Ingatkah ketika masih kecil kamu jatuh dan terluka? Ingatkah apa yang dilakukan ibumu untuk meringankan rasa sakit? Ibuku, Grace Rose, selalu menggendongku, membawaku ke tempat tidurnya, mendudukkan diriku, lalu mencium &#8220;aduh&#8221;-ku. Lalu ia duduk di tempat tidur di sampingku, meraih tanganku dan berkata, &#8220;Kalau sakit, remas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=22&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Mary Marcdante &#8211; Chicken Soup for the Mother&#8217;s Soul)</p>
<p>Ingatkah ketika masih kecil kamu jatuh dan terluka? Ingatkah apa yang dilakukan ibumu untuk meringankan rasa sakit?</p>
<p>Ibuku, Grace Rose, selalu menggendongku, membawaku ke tempat tidurnya, mendudukkan diriku, lalu mencium &#8220;aduh&#8221;-ku. Lalu ia duduk di tempat tidur di sampingku, meraih tanganku dan berkata, &#8220;Kalau sakit, remas saja tangan Ibu. Nanti akan kukatakan Aku sayang kamu.&#8221; </p>
<p>Sering aku meremas tangannya, dan setiap kali, tak pernah luput, aku mendengar kata-kata, &#8220;Mary, Ibu sayang kamu.&#8221;</p>
<p>Kadang-kadang aku pura-pura sakit hanya supaya aku memperoleh ritual itu darinya. Waktu aku lebih besar, ritual itu berubah, tapi ia selalu menemukan cara untuk meringankan rasa sakit dan  meningkatkan rasa senang yang kurasakan dalam berbagai bagian hidupku.</p>
<p>Pada hari-hari sulit di SMU, iaakan menawarkan sebatang cokelat almond Hershey kesukaannya saat aku pulang. Semasa usiaku 20-an, Ibu sering menelepon untuk menawarkan piknik makan siang spontan di Taman Eastbrook untuk sekadar merayakan hari cerah dan hangat di Wisconsin. </p>
<p>Kartu ucapan terima kasih yang ditulisnya sendiri tiba di kotak pos setiap kali ia dan ayahku berkunjung ke rumahku, mengingatkanku betapa istimewanya aku baginya.</p>
<p>Tapi ritual yang paling berkesan adalah genggamannya pada tanganku saat aku masih kecil dan berkata, &#8220;Kalau sakit, remaslah tangan Ibu dan akan kukatakan aku sayang kamu.&#8221;</p>
<p>Suatu pagi, saat aku berusia akhir 30-an, setelah orangtuaku berkunjung pada malam sebelumnya, ayahku meneleponku di kantor. Ia selalu berwibawa dan jernih saat memberi nasehat, tapi aku mendengar rasa bingung dan panik dalam suaranya. </p>
<p>&#8220;Mary, ibumu sakit dan aku tak tahu harus berbuat apa. Cepatlah datang kemari.&#8221;</p>
<p>Perjalanan mobil 10 menit ke rumah orangtuaku diiringi oleh rasa takut, bertanya-tanya apa yang terjadi pada ibuku. Saa! t aku tiba, Ayah sedang mondar-mandir di dapur sementara Ibu berbaring di tempat tidur. Matanya terpejam dan tangannya berada di atas perut. Aku memanggilnya, mencoba menjaga agar suaraku setenang mungkin. </p>
<p>&#8220;Bu, aku sudah datang.&#8221;<br />
&#8220;Mary?&#8221;<br />
&#8220;Iya, Bu.&#8221;<br />
&#8220;Mary, kaukah itu?&#8221;<br />
&#8220;Iya, Bu, ini aku.&#8221;<br />
Aku tak siap untuk pertanyaan berikutnya, dan saat aku mendengarnya, aku membeku, tak tahu harus berkata apa. </p>
<p>&#8220;Mary, apakah Ibu akan mati?&#8221;</p>
<p>Air mata menggenang dalam diriku saat aku memandang ibuku tercinta terbaring di situ tak berdaya. Pikiranku melayang, sampai pertanyaan itu terlintas dalam benakku: &#8216;Jika keadaannya terbalik, apa yang akan dikatakan Ibu padaku?&#8217;</p>
<p>Aku berdiam sejenak yang terasa seperti jutaan tahun, menunggu kata-kata itu tiba di bibirku. </p>
<p>&#8220;Bu, aku tak tahu apakah Ibu akan mati, tapi kalau memang perlu, tak apa-apa. Aku menyayangimu.&#8221;</p>
<p>Ia berseru, &#8220;Mary, rasanya sakit sekali.&#8221;</p>
<p>Lagi-lagi, aku bingung hendak berkata apa. Aku duduk di sampingnya di tempat tidur, meraih tangannya dan mendengar diriku berkata, &#8220;Bu, kalau Ibu sakit, remaslah tanganku, nanti akan kukatakan, aku sayang padamu.&#8221;</p>
<p>Ia meremas tanganku.<br />
&#8220;Bu, aku sayang padamu.&#8221;</p>
<p>Banyak remasan tangan dan kata &#8220;aku sayang padamu&#8221; yang terlontar antara aku dan ibuku selama dua tahun berikutnya, sampai ia meninggal akibat kanker indung telur.</p>
<p>Kita tak pernah tahu kapan ajal kita tiba, tapi aku tahu bahwa pada saat itu, bersama siapa pun, aku akan menawarkan ritual kasih ibuku yang manis setiap kali, &#8220;Kalau sakit, remaslah tanganku, dan akan kukatakan, aku sayang padamu.&#8221;</p>
<p>Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa kasih sayang pada orang yang anda cintai adalah dengan memegang dan meremas tangannya dengan lembut. Tindakan itu  kadangkala mengandung makna dan arti yang teramat dalam yang hanya dapat dipahami antara anda dan orang yang anda cintai&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=22&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/03/19/remaslah-tanganku-dan-akan-kukatakan-aku-sayang-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batu Kecil</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/03/11/batu-kecil/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/03/11/batu-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 06:56:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
				<category><![CDATA[forward]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja. Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=21&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.</p>
<p>Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama. </p>
<p>Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.</p>
<p>Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya,Tuhan sering menjatuhkan &#8220;batu kecil&#8221; kepada kita.</p>
<p>semoga cerita di atas bisa memberi motivasi kepada kita semua agar selalu ingat kepadaNya..Amin..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=21&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/03/11/batu-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/20/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/20/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 03:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/20/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal itu menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, &#8220;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;. Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;. &#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221; Tanya professor sekali lagi. &#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=20&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?<br />
Apakah kejahatan itu ada?<br />
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?</p>
<p>Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal itu menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, &#8220;Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?&#8221;.</p>
<p>Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &#8220;Betul, Dia yang menciptakan semuanya&#8221;.<br />
&#8220;Tuhan menciptakan semuanya?&#8221; Tanya professor sekali lagi.<br />
&#8220;Ya, Pak, semuanya&#8221; kata mahasiswa tersebut.</p>
<p>Profesor itu menjawab, &#8220;Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.&#8221;</p>
<p>Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos. Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, &#8220;Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?&#8221;<br />
&#8220;Tentu saja,&#8221; jawab si Profesor</p>
<p>Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, &#8220;Profesor, apakah dingin itu ada?&#8221;<br />
&#8220;Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.<br />
Kamu tidak pernah sakit flu?&#8221; Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.</p>
<p>Mahasiswa itu menjawab, &#8220;Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.</p>
<p>Mahasiswa itu melanjutkan, &#8220;Profesor, apakah gelap itu ada?&#8221;<br />
Profesor itu menjawab, &#8220;Tentu saja itu ada.&#8221;</p>
<p>Mahasiswa itu menjawab, &#8220;Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.&#8221;</p>
<p>Akhirnya mahasiswa itu bertanya, &#8220;Profesor, apakah kejahatan itu ada?&#8221;</p>
<p>Dengan bimbang professor itu menjawab, &#8220;Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.&#8221;</p>
<p>Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, &#8220;Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.&#8221;</p>
<p>Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=20&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/20/apakah-tuhan-menciptakan-kejahatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JESUS MENONTON SEPAK BOLA</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/08/jesus-menonton-sepak-bola/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/08/jesus-menonton-sepak-bola/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 04:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/08/jesus-menonton-sepak-bola/</guid>
		<description><![CDATA[Jesus Kristus berkata bahwa IA belum pernah menyaksikan pertandingan sepak bola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajaknya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik. Kesebelasan Katolik memasukan bola terlebih dahulu. Jesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak goal. Dan Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=19&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jesus Kristus berkata bahwa IA belum pernah menyaksikan pertandingan sepak bola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajaknya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik. Kesebelasan Katolik memasukan bola terlebih dahulu. Jesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak goal. Dan Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggilagi.</p>
<p>Hal ini rupanya membingungkan orang yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Jesus dan bertanya, &#8220;Saudara berteriak untuk pihak yang mana ?&#8221; &#8220;Saya ?&#8221; jawab Jesus yang rupanya saat itu sedang terpesona oleh permainan itu. &#8220;Oh, saya tidak bersorak bagi salah satu pihak, Saya hanya senang menikmati permainan ini.&#8221; Penanya itu berpaling pada temannya dan mencemooh Jesus :&#8221; Ateis !&#8221;</p>
<p>Sewaktu pulang, Jesus kami beritahu tentang situasi agama di dunia dewasa ini. &#8220;Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan,&#8221; kata kami. &#8220;Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada dipihak mereka dan melawan orang-orang yang ada dipihak lain&#8221; Jesus mengangguk setuju. &#8220;Itulah sebabnya AKU tidak mendukung Agama; Aku mendukung orang-orangnya.&#8221; katanya. &#8220;Orang lebih penting daripada agama. Manusia lebih penting dari pada hari Sabat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kata MU,&#8221; kata seorang di antara kami dengan was-was. &#8220;Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu&#8221;.<br />
&#8220;Ya &#8211; dan justru hal itu dilakukan oleh<br />
orang-orang beragama.&#8221; kata JESUS sambil tersenyum kecewa. </p>
<p>Diambil dari : BURUNG BERKICAU karya A. de Mello SJ.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=19&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/08/jesus-menonton-sepak-bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janji a touching story from India</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/08/janji-a-touching-story-from-india/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/08/janji-a-touching-story-from-india/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 04:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/08/janji-a-touching-story-from-india/</guid>
		<description><![CDATA[Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, &#8220;Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan&#8221;. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan dan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yoghurt (nasi khas India /curd [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=18&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, &#8220;Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan&#8221;. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan dan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yoghurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun, dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu &amp; istriku masih kuno. Mereka percaya sekali kalau makan curd rice, ada &#8220;cooling effect&#8221;. </p>
<p>Aku mengambil mangkok &amp; berkata, &#8220;Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah&#8221; Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda &amp; ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, &#8220;Boleh ayah, aku akan makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta&#8230;&#8221; Agak ragu2 sejenak &#8230; &#8220;&#8230; akan minta sesuatu sama ayah bila aku menghabiskan semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan ku?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab, &#8220;Oh pasti sayang&#8221;. Sindu tanya sekali lagi, &#8220;Betul ayah?&#8221;. &#8220;Yah pasti..&#8221;, sambil menggenggam tangan anakku yang kemerahmudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. Istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, &#8220;Janji&#8221;, kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata, &#8220;Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang&#8221;. Sindu menjawab, &#8220;Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok&#8221;</p>
<p>Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku, aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku &amp; juga ibuku) tertuju kepadanya.</p>
<p>Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata, &#8220;Permintaan gila, anak perempuan kok dibotakin, tidak mungkin!&#8221;. Juga ibuku menggerutu, &#8221;Jangan terjadi dalam keluarga kita. Dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita&#8221;. Aku coba membujuk, &#8220;Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain? Kami semua akan sedih melihatmu botak&#8221;. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya. &#8220;Tidak ada ayah, tak ada keinginan lain,&#8221; kata Sindu.</p>
<p>Aku coba memohon kepada Sindu, &#8220;Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami?&#8221;. Sindu dengan menangis berkata, &#8220;Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku. Kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri?&#8221;.</p>
<p>Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, &#8220;Janji kita harus ditepati!&#8221;. Secara serentak istri dan ibuku berkata, &#8220;Apakah kamu sudah gila?&#8221;. &#8220;Tidak!&#8221; jawabku, &#8220;Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri&#8221;. &#8220;Sindu permintaanmu akan kami penuhi.&#8221; </p>
<p>Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar. Matanya besar dan bagus. Hari Senin aku mengantarkannya ke sekolah. Sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangannya kepadaku sambil tersenyum, aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, &#8220;Sindu, tunggu saya donk..&#8221;. Yang mengejutkanku, ternyata kepala anak laki2 itu botak. Aku berpikir mungkin &#8220;botak&#8221; model jaman sekarang.</p>
<p>Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, &#8220;Anak Anda, Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia&#8221;. Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya. &#8220;Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah. Karena chemo therapy, kepalanya menjadi botak. Jadi dia tidak mau pergi ke sekolah karena takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi&#8221;</p>
<p>Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan Istri Tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia&#8221; Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.</p>
<p><i>Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=18&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/02/08/janji-a-touching-story-from-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Hidup Seorang &#8220;Mahasiswi&#8221;</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/01/17/pengalaman-hidup-seorang-mahasiswi/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/01/17/pengalaman-hidup-seorang-mahasiswi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 05:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
				<category><![CDATA[forward]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/2008/01/17/pengalaman-hidup-seorang-mahasiswi/</guid>
		<description><![CDATA[Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput,memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa, &#8220;Halo anak cakep. Namaku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=16&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput,memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa, &#8220;Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?&#8221; Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya,&#8221;Tentu saja boleh!&#8221;. Diapun memberi saya pelukan yang sangat erat.</p>
<p>&#8220;Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih muda dan tak berdosa seperti ini?&#8221; tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, &#8220;Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.&#8221; &#8220;Ah yang serius?&#8221; pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. &#8220;Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!&#8221; katanya.</p>
<p>Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagai pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.</p>
<p>Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium.Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai.Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata, &#8220;Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu.&#8221;</p>
<p>Saat kami tertawa dia membersihkan kerongkongannya dan mulai, &#8220;Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. </p>
<p>Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap bahagia, dan meraih sukses. Kamu harus tertawa dan menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi.Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun tidak mengetahuinya!&#8221; &#8220;Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun.</p>
<p>Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan.</p>
<p>&#8220;Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.&#8221; </p>
<p>Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi &#8220;The Rose&#8221;. Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.<br />
Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, menjadi dewasa adalah pilihan.</p>
<p>**********************************************************<br />
The Rose:<br />
Sediakan waktu untuk bekerja; itulah harga sebuah keberhasilan.<br />
Sediakan waktu untuk berpikir; itulah sumber kekuatan.<br />
Sediakan waktu untuk bermain; itulah rahasia awet muda.<br />
Sediakan waktu untuk membaca; itulah landasan kebijaksanaan.<br />
Sediakan waktu untuk berteman; itulah jalan menuju kebahagiaan.<br />
Sediakan waktu untuk bermimpi; itulah yang membawa kereta anda ke bintang.<br />
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai; itulah hak istimewa Tuhan.<br />
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda; hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.<br />
Sediakan waktu untuk tertawa; itulah musik jiwa.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=16&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/01/17/pengalaman-hidup-seorang-mahasiswi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/01/17/ketika-cinta-terurai-menjadi-perbuatan/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/01/17/ketika-cinta-terurai-menjadi-perbuatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 02:07:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
				<category><![CDATA[forward]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/2008/01/17/ketika-cinta-terurai-menjadi-perbuatan/</guid>
		<description><![CDATA[Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya. Suatu saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=15&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.</p>
<p>Suatu saat perempuan itu berkata padanya, &#8220;Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri&#8221; Tapi lelaki itu malah menjawab, &#8220;Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi&#8221; </p>
<p>Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya.Lelaki itu menjawab enteng, &#8220;Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik&#8221;</p>
<p>Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati&#8230;terkembang dalam kata&#8230;terurai dalam perbuatan&#8230;Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata&#8230;Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.</p>
<p>Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal. Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.</p>
<p>Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejatidi sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.</p>
<p>Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita. Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA ,Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup inihanyasekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak.&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=15&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2008/01/17/ketika-cinta-terurai-menjadi-perbuatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Harian Seorang Pramugari (Food for Soul)</title>
		<link>http://goklastambunan.wordpress.com/2007/01/18/catatan-harian-seorang-pramugari-food-for-soul/</link>
		<comments>http://goklastambunan.wordpress.com/2007/01/18/catatan-harian-seorang-pramugari-food-for-soul/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2007 07:29:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goklas</dc:creator>
				<category><![CDATA[forward]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goklastambunan.wordpress.com/2007/01/18/catatan-harian-seorang-pramugari-food-for-soul/</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton. Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya. Hari ini jadwal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=14&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.</p>
<p>Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya. Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Beijing, penumpang sangat penuh pada hari ini.</p>
<p>Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.</p>
<p>Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.  Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang ditempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.</p>
<p>Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia mejawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah di pesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.</p>
<p>Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang disebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh dimeja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah, kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir.</p>
<p>Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.</p>
<p>Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.<br />
Dia menceritakan bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Beijing. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal dikota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Beijing, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Beijing, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.</p>
<p>Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut ditempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.</p>
<p>Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.</p>
<p>Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa dimata seorang desa menjadi begitu berharga.</p>
<p>Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh didalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi diluar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.</p>
<p>Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi, dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian.<br />
Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian, dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seseorang anggota yang bekerja dilapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.</p>
<p>Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/goklastambunan.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/goklastambunan.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goklastambunan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goklastambunan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goklastambunan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goklastambunan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goklastambunan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goklastambunan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goklastambunan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goklastambunan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goklastambunan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goklastambunan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goklastambunan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goklastambunan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goklastambunan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goklastambunan.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goklastambunan.wordpress.com&amp;blog=39618&amp;post=14&amp;subd=goklastambunan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goklastambunan.wordpress.com/2007/01/18/catatan-harian-seorang-pramugari-food-for-soul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4a7bb2dbacda76c3ee90d3a14011b153?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goklastambunan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
